Proses Terjadinya Petir Secara Fisika
Pengetahuan

Proses Terjadinya Petir Secara Fisika

Proses Terjadinya Petir Secara Fisika – Bila kamu pernah melihat petir dari kejauhan mungkin kilatannya akan terlihat indah. Namun keindahannya tersebut sangatlah berbahaya bila itu menyambar kita atau ada di dekat kita.

Petir sendiri terjadi apabila ada peristiwa alam lainnya yaitu hujan baik hujan air atau es. Secara sederhana, petir adalah pelepasan elektron (listrik) dalam jumlah yang sangat besar dari awan ke bumi.

Proses Terjadinya Petir Secara Fisika

Proses Terjadinya Petir Secara Fisika

Petir terbentuk memang sangat erat kaitannya dengan ilmu fisika. Khususnya dengan konsep muatan listrik yang berisi elektron (muatan negatif) dan proton (muatan positif).

Peristiwa alam ini dimulai dengan munculnya lidah api listrik dengan cahaya yang terang dan memanjang ke arah bumi. Setelahnya diikuti dengan suara menggelegar yang keras. Petir sendiri sangat berbahaya untuk makhluk hidup apapun.

Hal tersebut karena petir membawa listrik yang sangat besar dan suhunya yang dapat melebihi panas matahari. Secara umum petir terjadi karena adanya proses perpindahan elektron ke proton.

Petir terjadi dengan dimulainya pemampatan muatan listrik pada awan bersangkutan dengan bagian paling atas awan adalah listrik muatan negatif. Sedangkan bagian tengah listrik bermuatan positif.

Pada bagian dasar yang bermuatan negatif akan berbaur dengan muatan positif atau tempat dimana petir biasanya terlontar. Listrik yang dibawa oleh petir paling sedikit adalah sekitar 1 juta volt/meter.

Pelepasan elektron tujuannya adalah untuk kesetimbangan muatan awan. Beda potensial yang tinggi antara awan dan bumi adalah penyebab pelepasan elektron tersebut. Jadi elektron yang mengalir dari awan ke bumi inilah yang disebut petir.

Loncatan elektron yang menembus batas isolasi udara akan menghasilkan suara yang menggelegar. Loncatan tersebut juga menghasilkan bunga api yang sangat besar dan panas. Bunga api yang melewati udara membuat udara memuai, kilatnya setidaknya terjadi dalam 2 sambaran.

Sambaran pertama memiliki muatan negatif yang akan mengalir dari awan ke tanah. Kemudian akan diikuti dengan kilat percabangan yang terlihat menyebar keluar dari jalur kilat utama.

Setelah sambaran pertama mencapai tanah akan tercipta muatan berlawanan di tempat yang disambarnya. Kilat kedua dengan muatan positif yang terbentuk dari jalur kilat utama akan langsung menuju ke awan, ini adalah sambaran kedua.

Kedua kilat tersebut umumnya beradu pada ketinggian 50 meter di atas tanah. Pada titik pertemuan antara awan dan permukaan tanah akan terbentuk arus pendek. Setelah itu arus listrik yang sangat kuat dan terang akan mengalir dari dalam jalur kilat utama yang ke awan.

Teori Terbentuknya Petir

Dalam pembentukannya, ada 2 teori dalam pembentukan petir. Berikut 2 Teori terbentuknya petir :

1. Proses Ionisasi

Teori pertama disebabkan karena berkumpulnya ion bebas dengan muatan negatif dan positif di awan. Teori atau proses ionisasi ini disebabkan karena perubahan bentuk air mulai dari cair menuju gas atau sebaliknya bahkan dari es.

Kemudian angin yang berhembus akan membuat ion bebas pada permukaan awan terkumpul di suatu tempat. Ketika awan sudah cukup banyak berkumpul maka beda potensial akan cukup untuk menyambar ke tanah dalam bentuk petir.

2. Gesekan antar awan

Teori kedua adalah dari gesekan awan yang terbawa angin. Gesekan ini akan menyebabkan munculnya elektron-elektron bebas yang memenuhi permukaan awan. Awan ini kemudian akan terkumpul pada satu tempat dan elektron bebas ini akan saling menguatkan. Saat beda potensial cukup besar maka awan akan melepaskan elektronnya dan menciptakan petir.

Tahukah Kamu?

Sebagai tambahan informasi dan pengetahuan untuk kamu, tahukah kamu ada beberapa fakta dari petir yaitu :

  • Dalam satu sambaran petir mempunyai energi yang sangat besar yang bahkan melebihi energi seluruh pembangkit listrik di Amerika.
  • Suhu dari jalur yang dilintasi petir dapat mencapai 10.000 derajat celcius.
  • Cahaya yang dihasilkan petir lebih terang dibandingkan 10 juta bola lampu pijar dengan daya 100 watt.
  • Arus listrik dalam satu sambaran petir dapat mencapai 20.000 ampere, tidak dapat dibayangkan bukan bila tersambarnya.
  • Kecepatan kilat dapat mencapai setengah dari kecepatan cahaya yaitu sekitar 150.000 km/detik.

Itulah penjelasan sederhana dari proses terjadinya petir beserta beberapa faktanya. Mengingat bahayanya, tentu kita harus sangat berhati-hati terhadap fenomena alam yang satu ini, semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *