Cara Untuk Menjaga Kualitas Air
Pengetahuan

Cara Untuk Menjaga Kualitas Air

Cara Untuk Menjaga Kualitas Air – Untuk berbagai kalangan masyarakat yang hidup di kawasan perkotaan, perihal air bukanlah suatu yang sulit untuk ditemukan karena sebagian masyarakatnya memanfaatkan PDAM. Dengan menggunakan jasa PDAM tentu kualitas airnya dapat terjamin karena pengolahannya sudah melalui berbagai macam tahapan.

Cara Untuk Menjaga Kualitas Air

Lalu untuk air yang berasal dari sumur bagaimana? Umumnya sumber mata air yang berasal dari dalam tanah dikenal dengan jenis air tanah yang sudah melalui proses filtrasi atau penyaringan secara alami. Air tanah merupakan air yang berasal dari sumber air terdekat seperti sungai, dan juga dari rembesan air hujan.

Menjaga Kualitas Air

Air tanah ini terbagi dalam 2 jenis yaitu air tanah dangkal dan air tanah dalam. Untuk perbedaannya terletak pada posisinya yang dimana air tanah dangkal berada pada kedalaman kurang dari lebih 15 meter dari permukaan tanah dan air tanah dalam baru bisa ditemukan jika berada di kedalaman lebih dari 40 meter.

Jika diukur dengan menggunakan penguji kualitas air dan dilihat dari segi kualitasnya tentu air tanah memiliki kualitas yang sangat baik dibandingkan dengan air tanah dangkal dan di pedesaan banyak masyarakat yang memanfaatkan air tanah dangkal untuk memenuhi kebutuhannya.

Kini banyak masyarakat di daerah perkotaan lebih memilih menggunakan PDAM dibandingkan menggunakan air tanah atau sumur. Berdasarkan beberapa pengukuran yang sudah dilakukan dengan menggunakan alat pengukur kualitas air.

Ternyata air tanah yang saat ini sudah banyak yang terkontaminasi jadi kurang layak untuk dikonsumsi. Salah satu faktor yang menyebabkan air tanah menjadi dangkal dan kurang layak dipakai yaitu karena air tanah dangkal terlalu dekat dengan permukaan tanah.

Cara Untuk Menjaga Kualitas Air

Lalu apa saja hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas air? Simak beberapa penjelasan berikut ini mengenai cara untuk menjaga kualitas air.

1. Tidak membuang sampah di sungai atau saluran air lainnya

Sungai merupakan salah satu contoh air tanah dangkal yang pada jaman dulu banyak orang yang memanfaatkan sungai menjadi sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pada saat itu kondisi sungai masih jernih dan bebas dari bahan berbahaya, jadi aman jika dikonsumsi.

Namun saat ini banyak sekali sungai yang sudah tercemar karena banyak orang yang membuang limbah ke sungai dengan anggapan bahwa membuang sampah ke sungai lebih praktis. Dengan tindakan tersebut tentu dapat membuat kualitas air menurun dan air menjadi tidak layak dikonsumsi.

2. Mengurangi penggunaan produk berbahan kimia berbahaya

Umumnya penggunaan bahan kimia yang tidak sesuai dengan standar sangat berbahaya dan dapat mengurangi kualitas air salah satunya detergen. Perlu diketahui bahwa samun yang berasal dari deterjen ketika mencuci pakaian ternyata mengandung banyak sekali bahan kimia berbahaya. 

Pada saat membuang limbah cucian terdapat sebagiannya yang masuk ke dalam tanah  dan tertampung pada lapisan kedap air sebagai air tanah dangkal. Jika air pada tanah dangkal tersebut terkontaminasi bahan kimia dari detergen maka kualitas air tanah akan berkurang dan hal ini dapat dibuktikan dengan cara menguji kualitas dengan menggunakan alat uji kualitas air.

3. Hindari pembuangan bahan kimia sembarangan

Selain dari detergen, bahan kimia juga bisa berasal dari sisa pembuangan limbah pabrik, cat, oli, serta masih banyak lagi lainnya. Apabila hal tersebut dibiarkan secara terus menerus tentu dapat menyebabkan sumber air tercepat dan dapat menyebabkan keracunan ketika dikonsumsi oleh manusia. Untuk itu perlu dilakukan pengolahan dulu sebelum dibuang ke sungai atau laut, khususnya bagi para industri pabrik.

4. Gunakan air bersih secara bijaksana

Air merupakan suatu kebutuhan yang penting untuk kelangsungan hidup berbagai makhluk hidup di bumi. Dengan demikian, tentu kita harus memanfaatkan air bersih yang ada secara bijak dan dipakai sesuai dengan kebutuhan saja.

Untuk menyelamatkan persediaan air yang berkualitas baik dan bersih ada berbagai cara  yang dapat dilakukan, salah satu cara yang paling sederhana yaitu dengan mematikan keran ketika bak penampung sudah terisi penuh.

5. Menjaga jarang tangki septic tank dengan sumber air

Pada umumnya jarak yang dianjurkan dalam membuat sumber air dengan tangki septic berjarak 10 meter. Hal tersebut bertujuan supaya air sumur tidak terkontaminasi dengan mudah oleh air yang berasal dari tangki septic. 

Akan tetapi jarak tersebut kurang ideal jika ditetapkan pada daerah perkotaan, maka permasalahan tersebut dapat diatasi dengan cara mengetahui terlebih dahulu arah aliran air tanah, apabila sudah diketahui maka posisikan tangki septic agar tidak mengarah ke sumur dan sebaliknya.

Demikian beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas air. Namun apabila ingin mengetahui kualitas pada air maka diperlukan media berupa alat uji kualitas air yang dapat dilakukan dengan menggunakan alat water test kit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *